Saturday, December 21, 2013

Where am I | Snapshot bag. 1

Atmosfer yang panas dengan suasana yang sunyi memaksa arta untuk berbaring di kasur. Jam yang berdetak pada angka 23.00 senada dengan detak jantung yang berdegup dan pikiran melayang, memutar memori dan menerawang ke depan sering terjadi ketika mata masih terjaga. Alunan musik Mandy moore dengan nada naik turun dan slow sering membuat indah dan seru setiap frame memori yang diputar secara terus menerus. Benar sekali gumam si arta, memori merupakan sebuah rekaman film perjalanan hidup yang sangat indah yang di design agar bisa diputar dan dirasakan kapanpun dan dimanapun. 

Rekaman perjalanan hidup yang diputar setiap malam merupakan hiburan tersendiri bagi arta yang seorang perantauan, karena arta bisa merasakan masa lalu yang indah dan membuatnya tersenyum dengan hal hal itu, terkadang arta juga mengenang hal hal pahit yang dirasakannya sehingga bisa dijadikannya sebuah pelajaran. 

Selain sebagai hiburan tersendiri, rekaman perjalanan hidup sering dijadikan sebagai sebuah indikator kesuksesan bagi arta, baginya kesuksesan itu dapat diperoleh ketika perencanaan berbanding lurus dengan kerbehasilan yang diperoleh. Simple namun butuh perjuangan yang keras untuk mewujudkan hal itu.

Rekaman perjalanan hidup yang sering arta putar, berawal dari tekad arta yang ingin mencari nafkah dan tidak lagi bergantung dengan biaya hidup dari ibunya. Untuk mencari nafkah, arta pun memilih jakarta sebagai sumber emas bagi dia. Dengan dalih, jakarta merupakan kota megapolitan, ibukota Negara Indonesia, kawasan Industri, penghubung antar daerah, dan daerah yang berkembang pesat.

Akhir desember 2011 merupakan hari dimana arta berpindah dari kota bandung tempatnya kuliah ke jakarta. Dengan bermodalkan niat, semangat, tekad yang bulat, rambut yang klimis dan bulu hidung nya yang semriwing, arta yakin dia bisa bertahan di kota jakarta yang terkenal keras. “Keras endasmu”dalam hati arta berkata, hal ini dikarenakan arta punya rasa percaya diri yang setengah matang, sehingga dibutuhkan sebuah kata yang terbilang meremehkan agar bisa menambah rasa percaya dirinya.

Sepanjang perjalanan dari bandung ke jakarta ia pun merancang dan menulis planning yang ingin ia capai setelah 4 tahun berkuliah di bandung. Target yang ingin ia capai ialah, segera mendapatkan pekerjaan, mendapatkan gaji yang lumayan, dapat mengembangkan skillnya untuk lebih baik, dapat membantu keuangan keluarga, dan mempunyai banyak relasi. Itulah beberapa target yang ingin dicapai oleh arta ketika dia mengawali hidupnya di jakarta.

Jam telah menunjukkan pukul 2.00, seketika arta melepas ingatannya tentang awal perjalanan yang akan dia tempuh di jakarta. Sebuah baby step yang rentan, yang akan membuat baik hidupnya dan juga bisa merusak hidupnya. Sebuah cerita perjalan masa transisinya dari mahasiswa ke pekerja swasta. Dengan mata terkantuk artu pun akhirnya bergegas untuk tidur karena besok dia akan bekerja.

No comments:

Post a Comment

 
;